RAGAM SARUNG

Sarung batik jogja

Halo para pecinta sarung, apa kabar hari ini? saya harap kalian sehat selalu. Kali ini mimin mau bahas sesuatu lagi nih yang berkaitan dengan sarung. Penasaran gak sih di Indonesia ini jenis-jenis sarung ada apa aja?, mari kita simak pembahasan mimin tentang ragam sarung, dan salah satunya ada sarung batik jogja..

Sarung Tenun Samarinda – Kalimantan Timur

Sarung tenun ikat atau yang dikenal dengan nama sarung tenun Samarinda dibuat dengan teknik tradisional dengan alat tenun yang bernamaa “gedokan”. Dibutuhkan waktu 2-3 hari untuk membuat satu buah sarung. Sarung yang didominasi motif-motif geometris atau sarung bermotif kotak-kotak.

Di sana juga dikenal motif Soeharto. Presiden RI ke-2 ini dulu pernah berkunjung ke Samarinda. Beliau menyukai sarung tenun Samarinda bermotif kotak-kotak kecil. Oleh karena itu, motif kotak-kotak kecil ini dinamakan motif Soeharto.

Penggemar sarung di Samarinda tak jauh berbeda dengan daerah lainnya. Namun, ia kini mengalami perkembangan layaknya kain batik. Kain untuk sarung tenun Samarinda kini juga dibuat menjadi baju, misalnya kemeja.

Sarung Tenun Goyor – Jawa Tengah

Sarung tenun goyor berasal dari Jawa Tengah dan terkenal hingga ke Timur Tengah. Yang membuat sarung ini begitu istimewa dan punya nilai seni tinggi adalah teknik tenun. Sarung ini tak kaku meski dibuat dengan teknik tenun, halus dan punya beragam motif indah.

Kabupaten Pemalang adalah salah satu daerah dengan kerajinan sarung tenun goyor. Menurut Astri Rosiviana dari Universitas Negeri Yogyakarta pa penelitiannya, terdapat dua jenis sarung tenun goyor di sana yakni, sarung tenun goyor werengan dan sarung tenun goyor botolan. Ragam motif yang menghiasi sarung merupakan perbedaan kedua jenis sarung ini

Jenis motif sarung tenun goyor botolan lebih banyak daripada sarung tenun goyor werengan. Pada penelitian berjudul “Kerajinan Sarung Tenun Goyor Kabupaten Pemalang Jawa Tengah” disebutkan bahwa sarung tenun goyor botolan mempunya motif antara lain bintang, melati, kawung, mawar, kuncup bunga, daun waru, garis-garis, bujur sangkar dan titik-titik lengkung .

Sarung Sutera Bugis – Sulawesi Selatan

Sarung ini pernah populer pada saat film “Athirah” yang disutradarai oleh Riri Riza tayang di layar perak. Kental dengan nuansa budaya Bugis dari penggunaan dialek Sulawesi Selatan serta unsur-unsur budaya Bugis termasuk sarung sutera Bugis. Sarung ini biasa untuk kombinasi baju bodo (pakaian tradisional Bugis).

Motif sarung sutera Bugis berupa garis-garis, juga kotak-kotak yang membentuk segitiga. Dahulu, motif ini mengartikan bahwa sang pengguna sudah menikah atau masih lajang. Motif Ballo Renni Merupakan kotak-kotak berukuran kecil dan berwarna terang digunakan wanita yang belum menikah. Kalau motif Balo Lobang mempunyai ukuran kotak lebih besar dengan warna merah cerah atau merah keemasan. Motif ini digunakan pria Bugis yang belum menkah.

Pada era sekarang, sarung sutera Bugis tidak hanya digunakan sebagai kombinasi baju bodo. Sarung yang awal mulanya digunakan pada upacara adat, sekarang juga dipakai untuk pakaian sehari-hari. Tidak semua wanita yang memakai sarung motif Ballo Renni masih lajang.

Sarung Tenun Poleng – Bali

Apabila anda pergi ke perkampungan orang Bali atau ke pulau Bali, akan terlihat beberapa benda yang ditutupi kain hitam putih. Kain ini bernama sarung tenun Poleng atau sarung Poleng. Sarung ini merupakan benda sakral bagi masyarakat Hindu. Sarung Poleng digunakan dalam upacara keagamaan juga untuk penutup pohon, patung atau sebagai umbul-umbul.

Walau ciri yang menonjol adalah warna hitam putih dengan motif kotak-kotak, ternyata Poleng punya beberapa jenis. Kain Rwabhineda berwarna hitam putih, sarung Poleng Sudhamala berwarna putih, abu-abu dan hitam, serta Tridatu yang berwarna putih, hitam, dan merah.

Tiap warna punya makna tersendiri bagi masyarakat Hindu. Putih dan hitam layaknya simbol yin yang dalam filosofi China, yakni kebaikan dan kejahatan. Dua unsur ini adalah manifestasi keseimbangan alam.

 

 

 

Sarung Batik – Jogja

 

Sudah bukan rahasia lagi kalau Jogja merupakan salah satu daerah penghasil batik terbesar di indonesia. Motif batik Jogja juga sarat akan makna dan sejarah sebagai bentuk perlawanan terhadap para kolonial di jaman penjajahan. Beberapa motif batik Jogja yang terkenal yaitu Kawung, Parang Kusumo, Parang Rusak Barong, dan masih banyak lagi

Dengan sekian banyak jenis batik dan juga mudahnya mencari sentra pengrajin batik,tidak heran jika sarung batik Jogja merupakan salah satu sarung terbaik. Budaya Jogja juga sangat kental dengan penggunaan sarung. Dari mulai Sri Sultan, Abdi dalem hingga masyarakat kecil pun sangat identik dengan penggunaan sarung.

 

Oke itu adalah pembahasan mimin tentang ragam sarung di Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan kalian ya..